Monday, January 11, 2010

Pejuang Kuliner, Cintai Profesimu sampai mati..!!


Yuhuuu… seperti judul di atas, dalam wisata kuliner kali ini, gw mengangkat seorang wanita baya pejuang kuliner yang mencintai profesinya sampai mati (kayaknya, karena dari faktor usia beliau sudah sangat tua.. ada kalie 80 tahunan, fufu). Ia masih eksis mengangkut-angkut gembolannya yang berisi barang dagangannya (so pasti…) maksudnya, berisi lengguk, jantung pisang, tauge, kangkung dan lain-lain. Semua bahan pokok yang dibutuhkan dalam membuat racikan masakan istimewa khas Brebes “Rujak ala Brebes” (taaadaaa…!!)

Bro” kenapa gw angkat ini embah.. karena eh karena.. yang bikin unik, menarik dan heboh bin fantastic (ini namanya pemborosan kalimat—my ‘bahasa’ teacher/lecture said), si embah ini udah ada beserta gembolannya sejak nyokap gw masih muda—remaja, mbah buyut gw masih hidup pula (Wooooow…!!), kebayang kan seberapa lamanya si embah setia menekuni profesinya ditengah banyaknya karyawan/i perusahaan yang berselingkuh mencari side job bahkan beralih profesi demi meningkatkan taraf hidupnya kata pepatah “hidup ko statis?” .

Entah mengapa walaupun sudah tua si embah tetap gesit dan bersemangat memikul gembolannya yang ‘lumayan’, berjalan dengan berenergi (pasti ngebayangin kl nenek-nenek itu jalanya kl nggak bungkuk-bungkuk ya ngesot-ngesot), kata nyokap gw mungkin karena si embah tiap hari makan sayur dagangannya (hohohohoh—emang sayur bikin sehat yoyoi”). Memang benar juga kata pepatah “semakin banyak pengalaman semakin terampil” hal ini juga melekat pada si embah kerena yang paling gw suka dr si embah, dia memberikan saran mana saja bumbu2 yang tepat digunakan untuk setiap jenis rujaknya. Hal ini nggak gw alamin ketika membeli rujak ala Brebes di tempat lain, tadinya gw asal nyomot2 bumbu aja tapi ternyata sebenernya nggak gitu—setiap rujak ada pasangannya, hehe.. “thank’s mbah.”

Embah penjual rujak memang keliatannya sepele, tapi tanpa beliau dan penjual rujak-rujak yang lainnya mungkin wisata kuliner khas Brebes ini udah punah dimakan zaman. Embah penjual rujak juga merupakan cotoh orang yang setia menjalankan profesinya, ia menekuni profesi yang ia jalankan sampai berpuluh-puluh tahun entah karena tidak adakah pekerjaan lain yang sanggup ia kerjakan atau karena ia memang benar-benar mencintai pekerjaannya sehingga tidak mampu berpaling pada yang lainnya, hehe… tapi jika tidak ada orang yang benar-benar menjalani sebuah profesi atau peketrjaan tanpa mencintainya pasti pekerjaan itu lama-lama akan punah juga yagh karena tidak ada yang melestarikan, hohoho..
Share:  

0 komentar:

Post a Comment