Sunday, August 14, 2011

Finance: Perlukah yang Muda Mengatur Cash Flow?


Teman-teman, sesuai dengan profesi yang saya geluti saya ingin berbagi informasi kepada teman-teman yang masih muda dan penuh semangat, calon pemimpin bangsa ini.
Seperti judul artikel saya, saya mau berbagi informasi mengenai finance, khususnya mengenai cash flow. Cash flow adalah alur pengeluaran keuangan kita. Teman-teman ingatkah ketika kita kecil dulu, kita selalu diberikan uang jajan, pilihannya biasanya ada dua, yaitu, ditabung atau dibelanjakan semuanya, dan berapa banyak yang dapat ditabung? Ironisnya, jika kita tidak membiasakan diri menabung. Uang yang kita terima selalu habis untuk dibelanjakan dan bahkan kurang.

Teman-teman, berhati-hatilah dengan hal ini kerena kebiasaan dan ajaran yang kita terima sejak kecil jika teman-teman tidak merubahnya akan terus berlanjut sampai teman-teman dewasa dan telah berumah tangga nantinya. Banyak sekali klien saya yang pada akhirnya harus diterapi keuangan karena hal ini. Semua berawal dari habbit. Jadi marilah kita membiasakan diri melakukan habbit yang baik.

Ketika saya kecil dulu orang tua saya sudah membiasakan kepada diri saya semenjak kecil untuk menabung yang pada akhirnya terbawa hingga saya beranjak dewasa sehingga saya tidak mengalami kesulitan untuk mulai menabung. Akan tetapi bagi teman-teman yang baru mau memulai hal ini. Marilah kita coba dengan merubah kebiasaan “Penghasilan-pengeluaran=Tabungan” dengan “Penghasilan-Tabungan=Pengeluaran” potong dulu uang teman-teman dimuka, baru sisanya dibelanjakan. Lalu berapa besar yang harus dipotong? Bisa dimulai dengan 5%, jika masih terlalu ringan naikan lagi menjadi 10%, 20%, 30% dan seterusnya. Bagaimana jika ternyata uang yang kita punya memang sudah pas dan tidak lagi dapat ditabung? Maka carilah penghasilan tambahan, teman-teman bisa mulai mencari pekerjaan part time atau yang paling saya suka adalah mulailah berbisnis!! Bisnis tidak selalu memerlukan modal yang besar, bisnis dengan modal kecil dapat dimulai salah satunya adalah dengan menjadi re-seller atau bisnis dengan menjual ide kita.

Teman-teman ada tiga alur cash flow yang dipakai masyarakat dunia. Pertama adalah alur cash flow dimana kita mempunyai penghasilan tetapi selalu habis untuk dibelanjakan. Ini adalah alur cash flow orang menengah ke bawah. Tidak percaya? Coba kita lihat, orang menengah ke bawah bekerja hari ini untuk makan hari ini, untuk makan esok hari mereka bekerja lagi. Walaupun penghasilan kita lebih besar dari penghasilan yang mereka dapatkan tapi jika alur cash flow kita masih sama seperti itu tandanya kita masih termasuk dalam cash flow orang-orang menengah ke bawah. Kita akan bekerja terus sepanjang usia kita untuk tetap bisa hidup.

Alur yang kedua, adalah penghasilan dibelanjakan untuk hutang atau kredit, dan sisanya ditabung. Pada akhirnya, hutang akan jauh lebih besar daripada tabungan yang ada. Alur ini adalah alur cash flow orang menengah, yang biasa terjadi pada eksekutif muda. Ketika penghasilan mereka naik, mereka terbawa nafsu untuk berhutang, baik itu kartu kredit, kredit gadget, kendaraan dan lain-sebagainya, ironisnya hutang yang diambil hanya karena terbawa nafsu bukan dilihat dari segi seberapa penting kebutuhannya. Orang yang hidup dalam cash flow ini, maka selamanya mereka akan bekerja untuk membayar hutang, jika hutang belum lunas, maka mereka akan tetap terus bekerja.

Alur yang ketiga adalah Penghasilan dibelanjakan untuk membeli aset, setelah aset itu telah menghasilkan dan menambah penghasilan kita baru dibelanjakan untuk hutang atau kredit. Aset ini bentuknya bermacam-macam, bisa emas, deposito, saham, reksadana, obligasi, atau mungkin bentuk bisnis kost-kostan yang dapat terus menghasilkan pemasukan tambahan. Alur cash flow ini adalah alur cash flow orang-orang kaya di dunia ini. Mereka terus menambah asetnya sehingga dapat menambah pemasukan mereka tanpa mereka harus bekerja dua kali. Satu kuncinya seseorang dapat melakukan cash flow ini adalah dengan “Bersabar” dan “Bijak” dalam menggunakan uang untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar.

Nah, sekarang setelah membaca habis artikel ini, teman-teman saat ini berada dalam cash flow mana? Apakah mau merubah cash flow teman-teman menjadi lebih baik lagi?

Jangan berkata, saya masih muda, masih sekolah jadi ini tidak berarti untuk saya. Ingat teman-teman semuanya berawal dari habbit. Jika teman-teman belum tahu bagaimana cara bermain di instrumen investasi, cara sederhana yang dapat teman-teman lakukan adalah menabung terlebih dahulu. Carilah tabungan yang tidak dikenakan potongan bulanan, saat ini telah banyak tersedia di bank.

Share:  

0 komentar:

Post a Comment