Tuesday, December 25, 2012

Catatan Penting Seputar Umroh, Part 3



Friends!! ditulisan seputar umroh bagian ke tiga saya ini masih akan membahas seputar Madinah, hehe panjangnya ya? #Biarin!! Soalnya saya sudah mendeklarasikan blog saya ini akan membahas sekomplit-komplitnya seputar Umroh. LoL.  So… daripada banyak basa-basi, mending lanjut aje,,,

Madinah


Masjid Nabawi


Menurut informasi yang saya dapatkan, luas kota Madinah ketika zaman Rasulullah adalah seluas Masjid Nabawi saat ini. Dan luas Masjid Nabawi ketika masa Rasulullah tidaklah lebih luas beberapa ribu meter dari raudhah. Lalu kenapa masjid yang letaknya di Madinah ini disebut sebagai Masjid Nabawi?  karena Rasulullah selalu menyebut Masjid ini dengan sebutan “Masjidku.. Masjidku” sehingga Masjid ini dikenal dengan sebutan masjid nabi. Keutamaan sholat di masjid ini juga lebih utama seribu kali daripada masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Rasulullah juga bersabda :
“Barang siapa yang sholat di masjidku 40 kali tanpa terputus, maka ia pasti selamat dari neraka dan segala siksa dan selamat dari sifat munafik” (nah, baru kebayang kan pentingnya obat penunda datang bulan bagi kaum Hawa, lol)

Berdasarkan sabda di atas, sebaiknya teman-teman mencoba untuk sholat sebanyak 40 kali tanpa terputus di Masjid Nabawi. Tanpa terputus ini maksudnya adalah, bukan ketika subuh sholat di masjid lalu dzuhur sholat di hotel, nah ini sudah termasuk kategori “terputus”. Jadi, usahakan sholatlah 5 waktu di Masjid Nabawi agar genap 40 kali tanpa terputus.

Hukumnya berziarah ke masjid ini adalah dianjurkan sekali oleh Rasulullah dengan sabdanya yang mengatakan bahwa, janganlah umat muslim selalu melakukan perjalanan kecuali mengunjungi tiga masjid, yaitu Masjid Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Aqsha.  Do you know?! atas dasar sabda inilah juga sob, saya jadi ingin sekali berkunjung ke Palestina. Huehueheue..

Keistimewaan Masjid Nabawi sebenarnya menurut saya, lebih banyak ketimbang Masjid Haram. Keistimewaan yang saya maksud ini dilihat dari arsitektur, dan kerapihan. Kerapihan juga didukung dengan adanya pemisahan yang ketat antara laki-laki dan perempuan berbeda dengan Masjid Haram yang laki-laki dan perempuan masih bisa berbaur untuk masuk ke dalam Masjid. Keindahan masjid ini yang membuat saya terpana selain karena payung yang akan terbuka jika sudah memasuki waktu pagi menjelang siang adalah burung-burung yang dibiarkan terbang di atas kubah Masjid (tapi anehnya saya belum pernah lihat burung-burung ini menjatuhkan kotorannya di dalam masjid dan Alhamdulillah-nya saya juga belum pernah kejatuhan kotorannya, hhe ) dan lampu pada pilar masjid yang warnanya berubah-ubah. Kadang menjadi hijau kadang menjadi kuning terang. Ajaib!! Hahaha. Konon katanya lampu pada pilar masjid ini juga dipengaruhi oleh cahaya matahari. Semakin terang warna lampunya (kuning) tandanya  semakin terik cahaya matahari di luar sana. Selain itu entah mengapa, perasaan saya sangat begitu tenang ketika berada di Masjid Nabawi. Masjid Nabawi juga salah satu tempat yang saya rekomendasikan untuk beritikaf dengan tenang. Sayangnya, dengan semua kemegahan bagian dalam Masjid Nabawi, saya tetap saja tidak dapat memfotonya karena petugasnya sadis-sadis, Huhuhuhu..   #Tragis!! (kan saya sudah terlanjur “pura-pura” tidak bawa kamera untuk masuk ke dalam Masjid #LaranganbawaKamera)

Tempat Wisata/Ziarah di Madinah


Makam Baqi, Masjid Quba, Masjid Ghamamah, Masjid Qiblatin, Jabal Uhud dan kebun kurma merupahkan tempat andalan bagi para jamaah untuk melancong.  Saya tidak akan membahas lebih banyak mengenai lainnya selain mengenai Masjid Quba dan kebun kurma. Bukan.. bukan karena tempat-tempat tersebut tidak istimewa, melainkan yang benar-benar berkesan di hati saya dan sangat ingin saya share pada teman-teman adalah mengenai dua tempat itu saja. Hehehhe.


Saya dan Jamaah Umroh di Masjid Quba

Tanyakanlah baik-baik pada biro tour, kapan akan berangkat ke Masjid Quba? Kenapa demikian, karena ada pahala penting yang kita dapatkan jika bersholat setidaknya dua rakaat (bisa jenis sholat apa saja) di Masjid Quba dengan syarat, kita telah mengambil wudhu dari Hotel alias tempat menginap. Nah, pahala penting itu adalah pahala yang nilainya setara dengan pahala Umroh. Ajiiiib bukan?! Jadi sayang sekali jika kita tidak mengetahui tata caranya untuk berkunjung ke Masjid Quba. Alangkah baiknya jika kunjungan ke Masjid ini adalah kunjungan pertama selepas berangkat untuk tour dari hotel. Jika bukan tujuan utama, maka sebaiknya kalian mengemiiiis!! Mintalah pada biro tour untuk meletakan Masjid Quba pada destinasi pertama sebelum berziarah ke yang lain-lainnya. Hal ini untuk mencegah terjadinya batal wudhu ditengah perjalanan yang begitu lama. Alhasil, kita harus wudhu lagi di Masjid Quba jika mau sholat di sana. Padahal menurut sabda nabi jika mau dapat pahala yang setara dengan pahala umroh, bersucilah dari tempat tinggal alias hotel alias tempat kalian menginap sob!! Jadi camkan!! itu baik-baik. Hehehe. Ohya, di sini juga kalian bisa menemukan jus segar, snack, dan kurma segar (kurma buah bukan manisan) murah meriah. Jus segar bisa diseruput dengan harga SAR 6 (untuk mix jus), snack roti cokelat bisa dikunyah dengan harga mulai SAR 3.

Emang di Masjid ada makanan? Hahahah. Nah ini dia trick-nya, di samping masjid ada sebuah lorong yang isinya pertokoan makanan, hahahha. Jalan-jalan saja ke situ memang tempatnya agak terselubung, tapi sekali masuk. Nikmati surga makanan murah-meriah di situ ya.

Mengenai kebun kurma yang biasa didatangi oleh para jamaah, bukan hanya tersedia dagangan kurma, melainkan cokelat arab, kacang arab dan segala jenis makanan lainnya yang bisa dibawa untuk oleh-oleh. Menurut informasi lebih murah makanan oleh-olehnya di beli di Jeddah dan untuk kurma lebih murah dibeli di pasar kurma yang letaknya tidak jauh dari Masjid Nabawi. Yah, tapi berhubung biro tour akan selalu mengajak kita untuk datang ke kebun kurma so.. jika ingin berbelanja jangan lupa untuk menawar harga dengan sengit!! Kadang di sini para penjualnya juga suka memainkan harga seenaknya. Harga kurma nabi bisa dijual ke si A sebesar SAR 90/kg, lalu karena banyak peminat di jual ke si B jadi SAR 120/kg. Busyeet khan?! Nah, “Sebuyset” apapun si penjual naikin harga, yang penting dan yang jelas kita bisa makan sepuasnya dengan GRATIS!! di sini. Jadi makanlah banyak-banyak sebelum kalian menyesal apalagi pulang dengan perut hampa. Wakakakakak.


Perbelanjaan oleh-oleh di kebun kurma Madinah.
Motto : Makanlah sampai kenyang!! LOL.


Shopping Area


Guys!! Selain Madinah saya beri rekomen plus untuk beritikaf dengan tenang, saya juga memberikan rekomen plus.. plus.. pada Madinah untuk berbelanja. Alasannya hanya dua yaitu, MURAH dan BARANG BAGUS!! Apa saja yang bisa dibeli di sini? Hampir semua, termasuk Al-qur’an dan pulsa. Hahaha. Dahsyat bukan?!

Ruko/Mall Area

Ruko area ini maksudnya apa? Adalah semua perbelanjaan yang tokonya berada dalam gedung atau yang berbentuk ruko. Bisa dibilang juga Mall-nya Madinah deh tapi dibandingkan Mall yang banyak berdiri megah di Jakarta, Mall Madinah ini masih ala Mangga Dua.  Apa saja yang dijual di sini? Jam tangan, parfum, baju, kerajinan tangan, obat-obatan dan lain-lain. Harga dijamin lebih murah ketimbang Mekah. Bahkan di pertokoan Madinah ini juga ada counter Bodyshop!! Bayangkan?! Bodyshop sudah masuk Madinah!! Mungkin ini yang membuat Osama bin Laden menjadi teroris selain karena maraknya KFC dan kemegahan Hotel Hilton yang telah memasuki tanah suci. Berbanding terbalik bukan Hotel Hilton di tanah suci dengan kelakuannya Paris Hilton? (#eh?! ini apa hubungannya? hehe). Ohya, saya jadi ingat, talking about branded, hati-hati terhadap produk made in China, karena produk China banyak yang dijual di Mall-mall Madinah. Bisa jadi produk bermerk yang kalian beli jauh-jauh di Madinah ternyata buatan China juga, ehehehehe.

Kerajinan Kain

Hiasan dinding dari tenun kain dan aneka kerudung tenun banyak menjadi incaran. Saya juga membeli beberapa sebagai oleh-oleh. Bahkan kerajinan ini juga menawarkan berbagai macam kualitas dengan bermacam-macam juga negara asal pembuatnya. Ada yang dari Turki, Kashmir, dan Mesir. Saya jadi kebayang, mungkin nggak tuh ya jamaah Turki beli oleh-oleh kain tenun made in Tukey sebagai oleh-oleh juga?! hehehe..  kaya orang Indonesia yang beli hiasan Belanda padahal itu sebenarnya banyak yang made in Indonesia juga, lol. Mengenai harga untuk hiasan dinding ukuran mini bergambar Kabah atau masjid Nabawi bisa dibandrol dengan harga mulai SAR 10. Begitu juga dengan harga sajadah. Jika ingin membeli kain kerudung jauh lebih mahal, bisa dibandrol dengan harga mulai SAR 45, bahkan ada yang SAR 250. Kerajinan juga meliputi kain karpet hiasan dinding yang ukurannya super gede, yang bisa ditempel juga ke dalam pigura. Hiasan kain ini juga ada pilihan kualitas. Untuk kualitas standar harga bisa mulai dari SAR 250, sedangkan untuk kualitas prima bisa mencapai SAR 450. Biasanya toko juga suka memberikan diskon 10% s.d 20% untuk item tertentu.


Salah Satu Kerajinan Kain
yang Ibu Saya Beli di Madinah (tidak termasuk pigura)


Jam Tangan dan Parfum

Mengenai jam tangan, sayangnya saya belum coba untuk hunting jam tangan karena sedikitnya waktu yang saya miliki lagian juga tujuan saya memang untuk ibadah, hehe #Gayaaaa!!. Cuman banyak yang bilang dari segi harga, harganya masih lebih murah ketimbang jam tangan di Pasar Baru Jakarta. Jam tangan bermerk bisa mulai dicari dengan harga mulai SAR 150. Harga parfum juga bervariasi, bahkan ada juga parfum dengan botol dan aroma khas arab. Sebenarnya botolnya itu bentuknya “unyu” banget khas timur tengah, tapi sayangnya bau parfumnya kaya minyak “nyong-nyong”, hhe. Parfum botol “unyu-unyu” ini bisa dibawa pulang dengan harga mulai SAR 50 bahkan untuk botol mini juga ada yang SAR 35. Selain itu juga terdapat parfum bermerk yang harganya bersaing banget dengan harga di Indonesia.  Untuk mencari jam tangan, dan parfum murah masuklah ke dalam ruko atau gedungnya. Ada banyak ruko pusat perbelanjaan di Madinah, jadi bisa langsung dipilih sesuai dengan selera ya. Lol

Emas

Buat para wanita, jangan kaget jika kalian akan menemukan kalung segede kalung sapi banyak mejeng di dinding-dinding etalase ruko penjual emas yang tanpa pintu kaca apalagi jeruji besi kaya toko emas di Indonesia. Bahkan kalung emas segede kalung sapi ini dipajang di dinding terluar Ruko. Gila nggak tuh?! Tapi tetap saja toko emas ini sejauh pengetahuan saya aman, tentram dan damai sejahtera dari kegarongan maling dan perampok serta rekan-rekannya yang tidak bermoral. Masalah harga, harga per gram emas di arab ini tidak berbeda jauh dengan Indonesia. Alangkah baiknya mencoba cek harga emas dulu agar bisa mematok harga untuk menawar harga emasnya. Ohya, jika membeli emas siapkanlah budget minimal untuk membeli emas setidaknya untuk pembelian emas minimal 3 gram, karena mencari emas yang beratnya di bawah 3 gram di sana susaaah beneeer.. Jika kalian tetap ngotot mencari emas di bawah 3 gram udah gitu pake acara tawar-menawar dengan sengit!! segala sudah pasti para penjualnya akan bilang : “Orang Indonesia kaya-kaya tapi pelit-pelit!!” wakakakaka… ya maklum lah pak, kita Negara berkembang!! Jadi ya mengambaaaaang terus yang penting gaya!!. Lol. Ngomong-ngomong, ko saya tahu ya para penjualnya bakalan ngomong kaya gitu? Ya, karena itu adalah pengalaman pribadi #Jgeeeeer!! membahana badai. Hha.


Shopping on the street!!

Ini dia kecintaan saya berbelanja jalanan. Selain kecintaan saya pada mall jalanan halte busway/transjakarta saya juga jadi cinta bener sama mall jalanan ala kota Madinah, yang letaknya sepanjang  depan Masjid Nabawi. Bayangkan sob!! Mulai jam 5 pagi selepas sholat subuh!! Para penjual juga sudah mulai mangkal di depan masjid dengan dagangannya yang super muraaaaaah meriah. Mengenai kualitas memang tidak sebaik dagangan di ruko-ruko tapi masih bisa dibilang layak untuk oleh-oleh.  Mall jalanan ini selain buka di pagi hari juga marak buka di sore hari selepas sholat ashar. So.. apa saja yang dijual, cekidot daftarnya :

Baju Abaya Murah Meriah

Biasanya dijual selepas subuh, dengan harga bervariasi mulai SAR 20/SAR 25. Murah khan?! Hahahaha. Ibu saya sempat beli dua potong untuk oleh-oleh “mba-mba” yang kerja di rumah saya. Padahal harga baju Abaya di dalam ruko/toko bisa sampai SAR 100 bahkan ada yang sampai ribuan SAR harganya.

Jilbab dan Kerudung

Nah, dijalanan aneka macam kerudung pun dijual, yang bentuknya ala selendang sutra film india, kerudung model pashmina kain bergo sampai jilbab model langsung pakai melang-melinng alias banyak banget panyetnya. Jadi ketika kena cahaya matahari sudah deh, “taraaaa!!” jadilah lampu disko. Wakakakakaka. Anehnya, entah mengapa banyak juga jamaah yang beli ini jilbab. Mulai dari jamaah, Maroko, Turkey, Indonesia sampai jamaah yang berkulit gelap entah dari benua Afrika sebelah mana. Sumpah itu namanya kejahatan dalam berbusana!! Lol. Harga kerudung pashmina model bergo dipatok dengan harga SAR 10 (tahu nggak?! ternyata ada labelnya kalau ini made in China!! *geleng-geleng* #ChinaDimana-mana ). Sedangkan yang model selendang sutra alias tipis banget dipatok dengan harga SAR 5, dan jilbab melang-meling harganya juga bisa dibeli dengan SAR 10.

Tasbih, Lipstik Arab dan Pernak-Pernik Lainnya

Untuk lipstick khas arab bermerk Hare, saya tidak bisa menemukannya di jalanan melainkan di ruko kecil depan hotel. Lipstik ini sudah pernah saya review keajaibannya pada bagian catatan umroh part 1. Selain lipstik ini bisa membuat bibir merah tanpa sulam bibir juga bisa melembabkan bibir yang kering. Jika beli 1 pak ( isi 6 buah) dibandrol dengan harga SAR 5 dan harganya bisa naik menjadi SAR 10 jika dibeli di Mekah. So.. borong-boronglah di Madinah sob. Begitu juga dengan tasbih, bahkan kalian juga bisa menemukan tasbih mulai dari harga SAR 3. Murah kan?! Bisa untuk oleh-oleh tuh, hehehehe.


Al-Qur’an

Guys!! Para penjual Al-qur’an ini banyak sekali yang mangkal di depan pintu masjid Nabawi. So, teman-teman juga bisa memanfaatkan kehadiran mereka untuk sedekah Al-Qur’an dengan cara membelinya kemudian ditaruh di dalam masjid (dihibahkan) atau membelinya sebagai oleh-oleh. Harganya pun macam-macam tergantung dari kualitas cetakan, besarnya dan sampul, tapi Al-qur’an ini bisa dibeli dengan harga mulai SAR 20 atau SAR 25. Jangan lupa selepas membeli mintalah cap stempel dari penjualnya agar tampilan Al-qur’an teman-teman makin kerenz!! Hehhehhe. Apalagi jika mau buat oleh-oleh, harus bergaya sedikit lah. Lol.

So… sekian dulu catatan penting seputar Umroh di Madinah yang panjang ini, hehe. Seputar makanan tidak ada yang menarik di Madinah, mengenai wisata kuliner akan banyak teman-teman temui di tulisan saya seputar Mekah (ditunggu saja ya). Catatan penting lainnya sebagai penutup di bab Madinah ini dari saya adalah sebagai berikut :

Di Madinah kalian bisa menemukan wisata berbelanja, ketenangan batin beribadah serta penjual Madinah yang ramah-ramahnya na’uzubillah.  Even, (bahkan, red. Bukan walau/walaupun**) sangking ramahnya, saya dan ibu saja sampai di ajak berfoto sebagai kenang-kenangan oleh penjual kaca mata, hha. Konon katanya itu foto akan ia pasang di Facebook!! Wakakakaka.

Dengan segala pengalaman saya di Madinah, dapat saya simpulkan bahwa tidak heran jika Rasulullah diterima dengan baik dan suka hati oleh penduduk Yastrib (Madinah) ketika berhijrah dari Mekah dan membangun pusat kekuatan Islamnya untuk pertama kali di kota ini.

FootNote  :

**) Akibat geregetan lihat anak muda zaman sekarang yang menggunakan kata “Even” seperti kata “Walau/Walaupun” padahal artinya sendiri “bahkan/sekalipun”. Even orang tua pun ikutan pakai-pakai kata “Even” sebagai walau/walaupun, *geleng-geleng kepala* *tepok jidat*



Baca Juga : Catatan Penting Seputar Umroh Part 1, Part 2, Part 4
Share:  

4 comments:

  1. segera part 4 nya ya ditunggu ....

    ReplyDelete
  2. @Ayubagus : Insya Allah, dalam minggu ini akan saya post. :D
    terima kasih sudah jadi pembaca setia ya..

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. MAAF!! semua iklab yang lembaganya tidak jelas dan tidak bermanfaat saya HAPUS!

    Terima kasih.

    ReplyDelete