Tuesday, December 25, 2012

Mahasiswa Tertua (Menuntut Ilmu tak Kenal Usia)

Apa yang teman-teman pikirkan ketika melihat foto di samping? seorang kakek-kakek yang sedang membaca? sedang membaca apakah si kakek?

Tak lain dan tak bukan, si kakek sedang membaca fotocopy buku modul ilmu Akuntansi. Ya, si kakek yang bernama Pak Purboyo itu sedang belajar karena akan melanjutkan ujian ke duanya beberapa puluh menit kemudian. Pak Purboyo sendiri bisa dinobatkan sebagai mahasiswa tertua di Universitas Terbuka Purwokerto yang sedang menempuh alih kredit jurusan Akuntansi. Usianya kini sudah 70 tahun lebih.

Sebenarnya, mengenai keberadaan beliau bukanlah saya ketahui sendiri tapi berdasarkan informasi seorang guru yang menjadi salah seorang penjaga ujian ketika mahasiswa Universitas Terbuka Purwokerto sedang menempuh ujian di bulan November lalu. Kehadiran Pak Purboyo dalam ujian kali ini menghebohkan para petugas. Sampai-sampai rumor mengenai keberadaanya pun sampai juga ke telinga saya sehingga membuat saya makin penasaran. Saya pun telah berniat di dalam hati, jika bertemu dengan ini kakek saya hanya akan menanyakan satu pertanyaan untuk membuktikan hipotesa saya yaitu, mengenai alasan beliau menempuh kuliah lagi? karena tidak ada hipotesa yang mendekati kebenaran yang telah saya pikirkan lagi selain "Impian terpendam" yang menjadi alasan utama si kakek menempuh bangku kuliah lagi. hehhe.

Eh... ternyata memang Tuhan baik banget sama saya, ketika saya sedang meregangkan kaki di jam istirahat saya malah bertemu dengan ini kakek yang saya yakini sebagai "Kakek peserta ujian yang dimaksud". LOL. Kakek itu mengenakan setelan batik hijau terbaiknya untuk mengikuti ujian dilengkapi dengan peci andalan serta tas gembol tempat segala persenjataan ujian yang ia bawa diletakan. Ketika saya dekati kakek itu sedang asik membaca bahan ujian di sebuah pendopo yang mungkin berfungsi sebagai aula mini. Perbincangan alot pun akhirnya berlangsung antara saya dengan si kakek yang telah pensiun selama 20 tahun itu.

Alkisah, Pak Purboyo adalah pensiunan pegawai negeri pajak. Beliau melamar menjadi PNS Perpajakan dengan bekal ijazah D3-nya dan ternyata diterima dengan mulus. Nasib baik ternyata menaungi beliau selama menjadi PNS, sehingga beliau mendapatkan posisi yang baik dan harus di pindah tugaskan ke daerah-daerah kecil. Atas alasan itulah beliau mengurungkan niatnya untuk kembali melanjutkan program sarjana pada masa -masa jabatannya. Hal itu kemudian berlanjut sampai beliau pensiun dan pindah ke Purwokerto untuk menikmati hari-hari pensiunnya. (Ini sebenarnya Pak Purboyo mau belajar atau bagaimana? ko jadi bercerita ya?! LOL, #SayaEmangNggakTahuDiri #KanSayaYangTanya2Beliau #SayaTanyaBeliauJawab #hhe)

Btw, sampai dimana tadi ceritanya? mari kita lanjutkan...

Ehm, setelah menjalani masa-masa pensiun selama 20 tahun yang bersahaja dan tentram Pak Purboyo dikagetkan dengan selebaran Universitas Terbuka yang ternyata nyangsang ke rumahnya. Kemudian hasrat impian terpendamnya untuk mendapatkan gelar sarjana kembali memuncak dengan menggebu-gebu. Akhirnya mendaftarlah Pak Purboyo menjadi mahasiswa alih kredit Universitas Terbuka jurusan Akuntansi.

Semangat Pak Purboyo ini harusnya membuat para pelajar yang tawuran, mahasiswa yang drop out, atau mahasiswa yang nggak lulus-lulus itu seharusnya MALU!! Generasi tua Indonesia saja masih mempunyai semangat belajar yang luar biasa. Masih juga memperjuangkan impian terpendamnya untuk menjadi seorang "Sarjana!!" Bagaimana dengan kita, wahai generasi muda Indonesia?! #Dipertanyakan.
Share:  

1 comment: