Friday, March 8, 2013

Catatan Penting Seputar Umroh, Part 4



Oke Guys!! long time no see, sejak terakhir kalinya saya mem-post catatan perjalanan saya seputar Umroh 2012 silam (sumpah ini udah basi banget sebenarnya, “secara” ini sudah tahun 2013 woy!! Sadarlah!! Sadarlah!!).

Ehm, kali ini.. (melanjutkan menulis—berasa nggak peduli sama tahun yang sudah berganti menjadi tahun 2013) saya akan merealisasikan janji-janji saya yang “moloooooor” seputar lanjutan catatan perjalanan saya, hehehe. Mohon maklum, kesibukan tiada tara mencari sesuap nasi membuat saya melalaikan blog saya yang tercinta ini berikut janji-janji nyaris palsu yang saya ucapkan, ohooohoho. So.. here we go!! Lanjutan catatan penting seputar Umroh Part 4 :

Mekkah


Tidak ada banyak yang akan saya bahas mengenai kota Mekkah ini sebanyak saya membahas mengenai Madinah. Yups!! Bukan karena kota ini sangat garing, walaupun emang beneran “garing” karena panaaas, hueheuheue. Akan tetapi, memang semua yang plus-plus sudah disikat habis oleh kota Madinah, mulai dari tempat berbelanja, tempat wisata dan lain-lain.

Nah, kenapa saya memasukan hal-hal yang sangat ditunggu oleh para wanita itu ke Madinah?  tak lain dan tak bukan karena dari segi harga memang lebih murah Madinah kemana-mana ketimbang Mekkah padahal kualitasnya sama saja. Misalnya saja, lipstik arab Hare, di Madinah bisa dibawa pulang dengan harga SAR 5, tapi di Mekkah dibandrol dengan harga SAR 10. Sekalinya menawar dengan sengit hanya mentok di SAR 8. Bayangkan sodara-sodara, lipstik saja inflansinya 100% sendiri? Gila nggak tuh?? Selain itu Friends! Pasar seng yang terkenal bertabur makanan dan segala macam penjualan di Mekkah ini sudah luluh lantah dibumihanguskan oleh pemerintah Arab Saudi, ehehehe. Tidak hanya itu saja coy, bahkan bangunan-bangunan megah di depan Masjidil haram juga sudah pelan-pelan di ratakan untuk pembangunan. Oleh karena itu, karena tidak banyaknya hal yang bisa dikupas di kota Mekkah, dalam pembahasan kota Mekkah kali ini saya akan lebih menekankan seputar ibadahnya. Lagian bukankah itu yang paling utama dari acara Umroh? Lol.

Tata Cara Umroh


Biasanya jika teman-temna mengambil trip umroh Jeddah-Madinah-Mekkah-Jeddah maka pengambilan miqat akan dimulai di sepanjang perjalanan dari Madinah ke Mekkah. Berhubung lamanya perjalanannya bisa memakan waktu 5-6 jam dengan kualitas supir bus yang model pembalap, maka akan sedikit menyiksa bagi kita-kita yang sudah mengambil miqat. Menyiksa di sini maksudnya adalah dalam hal menahan semua larangan dalam ber-umroh. Apa saja larangan ini? akan saya bahas selanjutnya. Langsung saja cekidot tata cara umroh yang baik dan benar berikut ini :

1.       Membersihkan diri


Bersihakan diri sebersih-bersihnya sebelum meninggalkan kota Madinah. Saran saya, jangan terburu-buru memakai baju ihram jika berangkat ke Mekkah-nya masih lama. Tujuannya adalah untuk mensucikan baju yang kita pakai. Semakin lama kita pakai baju ikhram maka semakin besar kita merusak kebersihan bajunya apalagi bagi teman-teman yang memiliki hobi lesehan. Heuheuehu. Bahkan memakai baju ihram ini juga bisa dilakukan ketika kita sedang mengambil miqat (jika tidak merasa repot).

Membersihkan diri ini meliputi : Mandi wajib , potong kuku, tidak berias berlebihan (percuma!! dalam perjalanan juga bakalan luntur dan tidak boleh di touch up), bercukur, membersihkan telinga, memakai wewangian bagi pria (bagi wanita jangan berlebihan) dan lain-lain.

2.       Pemakaian Baju Ihram


Perhatikan baik-baik poin penting ini, usahakan jangan ada aurat yang terlihat karena jika terlihat maka sudah dipastikan ibadah umroh kita terkena “Dam”. Pembayaran Dam ini berkisar sekitar SAR 15. Bagi wanita, untuk bagian jilbab usahakan memakai dalaman berlapis dan rambut diikat dengan kencang untuk menghindari rambut yang keluar dari selipan jilbab. Gunakan juga manset tangan untuk mencegah terlihatnya pergelangan tangan.

3.       Miqat


Sebenarnya ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk miqat. Tapi, ngomong-ngomong apa sih itu Miqat?! Miqat itu termasuk dalam syarat sahnya umroh guys, jadi jika kita tidak melakukan miqat, maka umroh kita bisa idanggap tidak sah, sedangkan definisi gampangnya soal miqat ini adalah tempat di luar tanah Haram untuk kita mengambil niat ihram. Di tempat itu kita sholat sunah ihram dua rakaat, kemudian mengucapkan niat ihram. Nah, dari tempat itulah sob dimulainya segala macam larangan ihram mulai diterapkan.


Saya Ketika Mengambil Miqat di Masjid Bir Ali


Tempat untuk miqat sendiri antara lain adalah : 

-          Qarnul Manazil
Ini adalah Miqat yang diambil ketika berada di dalam pesawat, jadi begitu turun dari pesawat teman-teman akan langsung menuju Mekkah untuk umroh.

-          Masjid Bir Ali (Zulkhulaifah)
Biasanya teman-teman yang memulai perjalanannya dari Madinah akan mengambil miqat di salah satu masjid ini.

-          Masjid Ji’ranah dan Tan’im
Pengambilan miqat di salah satu masjid ini biasanya dilakukan ketika kita sudah berada di kota Mekkah. Masjid Tan’im adalah masjid yang paling banyak digunakan untuk mengambil miqat karena letaknya yang lebih dekat dari Tanah Haram.
  
Selain itu, miqat juga bisa diambil di Yalamlam, Juhfah dan Dzatul ‘Irq.

4.       Larangan Dalam Berikhram


Friends!! Seperti yang tadi sudah saya utarakan sebelumnya bahwa, setelah mengambil miqat inilah maka segala larangan ber-ihram mulai diterapkan. Nah, apa saja sih larangan dalam berihram itu, berikut daftarnya (jangan sampai lewat dan terlupakan sob, penting banget loh ini, lol) :
   
  • Dilarang memakai pakaian berjahit dan penutup kepala bagi pria, sedangkan bagi wanita adalah dilarang menutup bagian muka (bercadar, bermasker apalagi bertopeng ninja, ehehe). 
  • Dilarang memakai atau terkena wewangian, termasuk di dalamnya : sabun mandi atau cuci tangan yang wangi, pasta gigi, tisu basah wangi, hair spray, hand body, gel rambut  dan parfum. Pokoknya semua yang berbau wangi. Nah, pertanyaan selanjutnya : Bagaimana jika kita terkena baygon? Ehehehe. Kalau yang itu sepertinya tidak masalah, tapi lebih afdol jika bertanya pada ustad senior pembimbingnya aja deh. Lol. 

  •  Dilarang mengelupas kulit, memotong kuku, rambut, dan merontokan berbagai jenis bulu dan rambut lainnya yang berada di tubuh. Termasuk di dalamnya adalah acara menyisir rambut biar rapih dan tiba-tiba rambutnya rontok!! Huwalaaah itu mah sudah jelas-jelas termasuk kena Dam.   
  •  Dilarang membunuh binatang, dan tumbuhan. Jangan membunuh binatang dengan sengaja, walaupun termasuk di dalamnya kutu rambut!! kecuali kalau kita tidak sengaja menginjak semut dan kita tidak tahu kalau habis menginjaknya (hanya Allah yang tahu), sedangkan Membunuh tumbuhan ini maksudnya kita dilarang mencabut daun, mencabut akar tumbuhan, memetik buah, memetik bunga dan perbuatan aniaya pada tumbuhan lainnya. Jadi bagi yang tangannya suka usil, sebaiknya berhati-hatilah!! Hehe.
  •  Dilarang bermesraan dan melakukan hubungan suami-isteri, termasuk di dalamnya bermesraan dengan bantal guling, hahaha. Ya pokoknya semua kegiatan yang membangkitkan syahwat biologis, itu dilarang sob!! Apalagi sampai melakukan akad nikah!! Huwaaaaaaa!! Ini sih mau Umroh atau bulan madu??


5.       Tawaf


Nah, ini dia yang paling ditunggu-tunggu!! tawaf mengelilingi kabah. Semakin cepat kita melakukan tawaf ketika tiba di tanah haram maka semakin baik, karena akan semakin cepat juga terbebas dari larangan ber-ihram yang sedikit menyiksa itu. Muhehehehehe.

Cuman, dalam melakukan tawaf ini biar sah umrohnya dan afdol juga tidak sembarangan sob!! Sayangnya ada juga jamaah yang masih tidak tahu mengenai tata cara ini. Di sinilah pentingnya kita tidak sembarangan memilih biro umroh. Jangan sampai karena bayarnya murah, pembimbingnya jadi abal-abal. lol

Then… bagi teman-teman pembaca setia blog saya yang akan berangkat umroh dan tidak tahu bagaimana penambakan dan kelakuan pembimbingnya kelak, tidak perlu terlalu khawatir, karena saya akan membagikan sedikit informasi penting yang biasanya terlewatkan ketika tawaf. Berikut kisi-kisinya (coba, kurang baik apa lagi saya?? LOL) :

-          Jangan sampai batal wudhu
Sebaiknya sebelum tawaf kita mengambil air wudhu di Hotel, jika sampai terjadi batal wudhu maka kita harus mengambil ulang air wudhu dan mengulang tawaf dari putaran yang kita tinggalkan. Misalkan ketika batal wudhu di putaran ke tiga, maka putaran ketiga harus kita ulangi dari start awal.

-          Mengintari tawaf di luar kabah (sesuai rute tawaf)
Di luar kabah ini maksudnya adalah kita tidak tawaf sampai masuk-masuk ke Hijir Ismail apalagi sampai masuk-masuk ke dalam kain kabah (weeew!!). Batas kabah adalah Hijir Ismail, jadi berputarlah di luar Hijir Ismail, bukan di dalamnya, sob. Jika sampai terdorong alias tidak sengaja masuk ke dalam kawasan kabah, maka sebaiknya mengulang kembali putaran tawafnya biar lebih afdol.

Gambar Kabah.
Saat ini, Sumur Kabah Telah Ditutup ( berada di bawah lantai)


-          Mengintari kabah (tawaf) sampai selesai
Tawaf dilakukan sebanyak 7 kali putaran dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir juga di Hajar Aswad.  Start tawaf ini juga bisa dilihat dari tanda lampu hijau yang terpasang di atas pintu Masjid (lokasi pintunya berhadapan dengan hajar aswad). Mengintari tawaf sampai selesai ini maksudnya adalah ketika tawaf tidak menyempatkan diri menclok-menclok untuk memegang pintu kabah, kain kabah, sholat di Hijir Ismail dan rebutan mencium Hajar Aswad (ini tawaf woy!! bukan traveling)

Kenapa hal ini perlu dilakukan?

Karena syarat sah tawaf adalah mengitari kabah dengan bahu kiri yang menghadap kabah, jadi jika bahu sudah menceng sana-menceng sini (tidak menghadap kabah tapi menghadap cowok ganteng atau cewek cantik misalnya) sebaiknya mengulangi putaran tawafnya.  Memegang kain kabah dan mencium Hajar Aswad juga membuat makin besarnya terkena Dam larangan ihram karena terkena wewangian dari Kabah (kabah diberi wewangian sob, termasuk kain kabahnya).

Melihat hal-hal di atas, maka sebaiknya selesaikanlah dahulu tawaf baru kemudian sholat di Hijir Ismail. Jika ingin memegang kabah dan mencium hajar Aswad sebaiknya dilakukan ketika telah selesai umroh (tahalul) agar tidak terkena larangan berihram.

-          Sholat di Hijir Ismail dan Makam Ibrahim
Sebelum melakukan sa’i (setelah selesai tawaf) memang sebaiknya melakukan sholat di ke dua tempat itu sob. Cuman jika tidak memungkinkan untuk sholat di Hijir Ismail maka bisa melakukan sholat di makam Ibrahim saja. Ingat!! Jangan memaksakan diri melakukan ibadah sunah jika memang tidak memungkinkan, seperti ngotot mencium Hajar Aswad,ikut-ikutan Jokowi blusukan biar bisa memegang pintu kabah. Jika terlalu memaksakan diri apalagi sampai menimbulkan dosa maka bukan pahala yang akan kita dapatkan. Cateeet!!

-          Berdoa di tempat yang Multazam
Dimana tempat multazam itu? tempat multazam ini adalah diantara Hajar Aswad dan pintu kabah. Berdoa di tempat ini juga tidak harus pada saat selesai melakukan umroh, di hari-hari biasa kita juga bisa berdoa di sini, dan hukumnya berdoa di tempat ini bukanlah wajib, tapi sayang kan jika dilewatkan?! “secara” tempat Multazam coy!!

6.       Sa’i


Jika tawaf diwajibkan dalam keadaan selalu “Wudhu mode on”, maka lain halnya dengan sa’i. Ketika kita sa’i tidak diwajibkan harus kembali mengambil wudhu jika batal wudhu di perjalanan, walaupun sebaiknya memang dilakukan dalam keadaan berwudhu. Tapiii… mengingat tempat wudhu yang lebih jauh dari tempat sa’i dan mengingat repotnya bagi para wanita mengambil wudhu di tempat umum maka pengambilan ulang air wudhu ini bisa di skip karena tidak wajib ( sunah ). Bagi jamaah pria yang ingin berwudhu kembali ketika batal wudhu maka dapat dilakukan di tempat-tempat kran air zam-zam yang terletak di pinggiran jalur sa’i.


Gambar Tempat Sa'i


Mengenai jalur sa’i ini sendiri, ternyata telah mengalami pelebaran oleh pemerintah arab. Perihal pelebaran jalur ini sempat diperdebatkan sebelumnya oleh para petinggi ulama untuk tidak dilakukan melainkan menggantinya dengan membuat jalur bertingkat agar tetap bisa menjaga jalur sa’i yang sebenarnya, sesuai dengan jalur yang pernah ditempuh oleh Siti Hajar ketika mencari sumber air bagi anaknya, Ismail. Adanya perdebatan mengenai hal inilah yang membuat pembimbing ibadah umroh saya memberikan saran kepada para jamaahnya agar ketika ber-sa’i tidak jauh-jauh keluar dari bukit asli Safah dan Marwah ( sesuai dengan rute Siti Hajar ). Untungnya bukit ini telah diabadikan oleh pemerintah arab, sehingga bisa menjadi patokan dalam ber-sa’i.


Bukit Marwah Yang Telah Diabadikan
Oleh Pemerintah Arab

Sa’i sendiri dilakukan 7 kali, dimulai dari bukit Marwah ke bukit Safa. Bagi yang tidak kuat berjalan dapat menyewa jasa kursi roda beserta tenaga pendorongnya (orang yang mendorong) yang dipatok dengan harga berkisar SAR 250.

7.       Tahalul


Tahalul adalah hal terakhir yang dilakukan dalam ibadah umroh, dengan cara memotong rambut. Inilah pentingnya membawa gunting di tas ketika melakukan umroh, hehe. Tahalul dapat dilakukan dengan bantuan jamaah lain yang sejenis. Maksudnya di sini wanita dengan wanita, pria dengan pria, kecuali jika itu adalah mahramnya. Sebaiknya bagi pria melakukan tahalul dengan menggunduli rambutnya, tapi hal ini tidak perlu dilakukan jika berencana melakukan umroh ke dua bahkan umroh ketiga. Jika rambut sudah habis digunduli ketika umroh pertama maka ketika umroh ke dua apanya yang akan di potong? Bulu mata? Atau bulu ketek? Ehehehe.

Sekian dulu ulasan saya di Bab Mekkah ini perihal tata cara ibadah, di dalam tulisan saya selanjutnya saya akan membahas apa saja yang menarik untuk dilakukan dan dilihat di kota Mekkah. Don’t miss it Guys!!
Share:  

11 comments:

  1. Gw bangga m lw...

    ReplyDelete
  2. share dong hal2 apa saja yg menarik untuk dilakukan di makkah.. thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Nanti ya di part 5. Coming soon!! Lol

      Delete
  3. Alhamdulillah.. saya baca mulai awal sampai part 4 ini.. Semoga bisa menjadi pelajaran bagi saya besok sewaktu berangkat.. Terimakasih banyak.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2.. \(  ̄ ▽  ̄ )/ smg umrohnya mabrur ya..

      Delete
  4. mba bisa gak di list pengeluaran budget selama disana apa aja yang diperlukan. termasuk rekomendasi pengeluaran tak terduga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di sana sy cuman bawa uang SAR 450. Kl dikurskan ke rupiah hampir 1 jutaan. Uang segitu cukup jika tidak bawa oleh2 trlalu banyak.

      Uang saku itu sy keluarkan utk beli makanan&minuman (wisata kuliner di luar makan di hotel-jatah makan dr biro), bayar DAM, Blanja sedikit oleh2, beli pulsa& sedekah

      Kalau beli oleh2 trlalu banyak bs bawa ribuan SAR, ga cukup dg SAR 450.

      Daftar harga rata2 di sana sbb:

      1. Jus buah dan es cream : SAR 3 s.d 10
      2. Makanan : SAR 25 s.d 100 (BiG Portion)
      3. Baju abaya (oleh2) : SAR 100 s.d ribuan (ad jg yg harganya SAR 5000)
      4. Kurma nabi : rata2 SAR 70 s.d 120/kg
      5. Pulsa internet : SAR 100 s.d 150.
      6. Pulsa biasa : SAR 25 (kartu perdana)

      Jd cb dikira-kira saja y utk uang sakunya brp. Smg brmanfaat!! :D

      Delete
  5. Terima kasih banyak artikelnya, saya sudah lama sekali waktu pergi haji (th 2004) dan inshaAllah baru akan umrah bulan depan. Catatan ini sangat berguna sebagai bekal dan persiapan menjalankan umroh tsb. Semoga semakin sukses Hnie Calista..

    ReplyDelete
  6. Wah infonya banyak banget mba...manfaat banget buat bekal ke sana, oh iya soal kartu HP, lebih baik emang ganti sm provider arab atw cukup dengan dr indonesia mba...kan byk yg nawarin tuh paket2 khusus umroh

    ReplyDelete
  7. @Nanik : Dear mba Nanik, dikondisikan saja sesuai kebutuhan. Dibuat jg perbandingan harganya, jika membeli provider sana maupun menggunakan paket khusus umroh, mana yg lebih murah?

    Cuman kalau menurut saya, jika kita agak lama di sana, lebih hemat pakai provider sana.

    Saya waktu itu mengganti provider karena saya pergi dengan ibu saya, dan untuk memudahkan berkomunikasi kita mengganti provider yg sama di sana. Ada [aket gratis telepon juga ke sesama provider sama wkatu itu, jadi ya lebih hemat tentunya daripada menggunakan provider Indonesia. Itu saja.

    Semoga bermanfaat ya, terima kasih sudah mampir..

    ReplyDelete